5 Faktor penghambat kemajuan Indonesia

ad+1

5 Faktor penghambat kemajuan Indonesia

sumber gambar pinterest.com

Jika berbicara tentang Indonesia maka yang terbenak dipikiran  kita adalah sebuah negara berkembang yang jumlah penduduknya berjumlah kurang lebih 300 juta orang tahun 2015 ini. Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar didunia, di  Indonesia mempunyai sumber daya alam dan sumber daya manusia yang melimpah dan juga bagus kualitasnya, namun kenapa Indonesia masih menjadi negara berkembang saat ini? Menurut penulis inilah beberapa faktor yang menyebabkan hal itu terjadi

Faktor pertama adalah faktor mental uang yang negatif
Faktor mental uang negatif menurut penulis adalah mental untuk mendapatkan uang  yang hanya berorientasikan kepada pemenuhan  kebutuhan sendiri,  hingga akhirnya dikalahkan oleh hawa nafsunya, sehingga pada akhirnya menabrak batasan kaidah dan faedah  untuk mendapatkan uang tersebut. Akhirnya terdapat banyak koruptor , pembakaran hutan dan lain-lain, penulis menyarankan untuk menumbuhkan kebalikan dari mental uang yang negatif yaitu mental uang yang positif (untuk berbagi pada tujuann awalnya)

            Faktor pendidikan yang kurang merata sampai 16 tahun (universitas)
ini juga salah satu faktor penghambat dari kemajuan Indonesia, perlu diketahui bahwa intelektual meruapakan suatu hal yang penting bagi tumbuhnya suatu negara kearah yang progres, bayangkan saja banyak dari sekitar  kita yang tak bisa melanjutkan pendidikan ke universitas karena tak mempunyai biaya untuk masuk ke universitas. Padahal universitas merupakan suatu hal yang penting untuk mengembangkan pola pikir kita ditambah lagi anak anak diluar pulau jawa yang sulit untuk mendapatkan informasi seperti dari internet jarak sekolah yang jauh ketimpangan fasilitas yang didapat juga sangat berpengaruh dengan  perkembangan intelektual

            Faktor spesialisasi kerja yang kurang merata
Spesialisasi kerja yang saya maksud disini adalah penempatan kerja yang tidak sesuai dengan bidangnya, contoh seseorang menempuh pendidikan tenaga nuklir tapi setelah usai dari pendidikan dia bekerja di bank. Memang tidak ada salahnya untuk banting pekerjaan yang bukan bidangnya tapi bukankah akan lebih baik jika kita bekerja di bidang yang pernah kita geluti ilmunya. Contohnya adalah jepang, siapa yang tak tahu tentang jepang negara matahari terbit itu merupakan negara yang sangat maju di bidang apapun, itu dikarenakan seseorang di jepang bekerja sesuai keahliannya sehingga dia menjadi ahli dalam bidangnya.
           

Faktor tingkat konsumsi yang tinggi
Tahukah kalian sesuatu yang mikro itu mempengaruhi yang makro, ya itu merupakan prinsip di bidang ekonomi. Masyarakat yang hanya dapat mengkonsumsi juga mempengaruhi suatu tingkat ekonomi suatu negara contohnya adalah pembelian produk yang kita pakai setiap hari cola-cola, unilever dan lain-lain itu juga mempengaruhi tingkat ekonomi kita bukankah lebih baik memakai produksi sendiri dalam negeri dengan begitu akan meningkatkan income perkapita orang Indonesia walaupun tidak dapat dipungkiri sekarang kita sudah banyak memakai produk luar negeri tapi alangkah baiknya dari sekarang kita mulai menguranginya. Penulis juga mau menambahkan tentang bahayanya konsumsi extreme masyarakat Indonesia contohnya seperti ini seorang pemuda yang menempuh pendidikan ekonomi sudah mempunyai laptop core i 3 tapi ketika dia akan menghadapi masa penulisan skripsi dia membeli core I 7  yang hanya  dibeli untuk memenuhi gengsinya, sikap itu merupakan suatu hal yang perlu dihindari

            Faktor yang terakhir adalah faktor apresiasi yang kurang
Ya di Indonesia memang terkenal dengan tingkat apresiasi yang kurang sehingga banyak orang yang memilih untuk hidup diluar negeri dan menjadi warga negara sana karena mereka beranggapan disana mereka akan lebih makmur dan dihargai. Harusnya seseorang di Indonesia  itu dihargai dari jerih payahnya skill dan intelektualnya agar mereka bisa membangun negara Indonesia untuk jadi lebih baik dan tidak tergiur untuk menjadi warga negara lain.

Penyusun : Fauzan najib

Silahkan share kalau materi ini berguna tapi jangan lupa hargai karya penulis dengan membacklinkan situs ini pada sharean anda atau sebutkan sumbernya kinsknowledge







0 komentar:

luvne.com ayeey.com cicicookies.com mbepp.com kumpulanrumusnya.comnya.com tipscantiknya.com